On The Spot Profil Individu Berprestasi
Kata Mereka Kata mereka tentang JIK UGM
Info terkini Informasi terkini JIK UGM
|
Bulaksumur (25/11) Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada menggelar workshop bersama para profesional dengan tema "Perubahan Lanskap Industri Komunikasi". Bertempat di Ruang Yustisia University Center, workshop ini menghadirkan tujuh pembicara dari berbagai bidang profesional komunikasi.
Workshop ini digagas oleh Program Studi S2 Jurusan Ilmu Komunikasi dengan tujuan untuk melakukan re-charging kurikulum dan pembelajaran di Jurusan Ilmu Komunikasi. Selain itu program ini juga ditujukan untuk mengevaluasi kembali relevansi JIK dengan dunia profesional. Dengan demikian apabila program ini nantinya mempunyai peluang dan perkembangan bagus, akan menjadi masukan yang berarti pula bagi perkembangan kurikulum jurusan.
Tujuh pembicara yang hadir dalam workshop profesional ini adalah Karaniya Dharmasaputra (Pemimpin Redaksi Vivanews.com), Ari Purnomo (Direktur Eksekutif Indopacific), Imam Wahyudi (Adi Karya Visi), Janoe Ariyanto (Dentsu Strategic Indonesia), Agustinus Haryawirasma (IMOCA), Adita Irawati (PT Penjamin Infrastruktur Indonesia), Eka Indarto (Direktur Jogja Media Net).
Acara ini dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebagai moderator dalam acara ini adalah Kuskridho Ambardhi, Ketua Program Studi S2 Jurusan Ilmu Komunikasi UGM.
Workshop ini terbagi dalam 2 sesi. Pada sesi pertama, tiga pembicara mencoba memetakan perkembangan komunikasi seiring dengan perkembangan teknologi di Indonesia maupun dunia. Imam Wahyudi mengangkat tema mengenai perubahan peta bisnis pertelevisian dan program supplier. Karaniya Dharmasaputra mengetengahkan materi mengenai perkembangan portal berita di Indonesia. Eka Indarto mengetengahkan materi mengenai perkembangan internet dan jasa multimedia dengan perpektif lokal.
Pada sesi kedua yang digelar usai sholat Jumat, empat pembicara mencoba memetakan perkembangan industri komunikasi dari sisi industri strategis. Ari Purnomo membawakan tema perkembangan Public Relations dan Public Affair di Indonesia. Masih mengetengahkan tema Public Relations, Adita Irawati juga berbagi pengalaman mengenai perkembangan industri PR dan pergeseran yang terjadi dalam standar kompetensi profesional. Janoe Ariyanto sebagai salah satu praktisi advertising di Indonesia mengetengahkan topik berkaitan dengan perkembangan paling mutakhir organisasi dan bisnis periklanan di Indonesia. Dari sisi teknologi sekaligus industri keatif, Agustinus Haryawirasma membahas topik mengenai perkembangan industri kreatif, multimedia, dan seluler.
Workshop ini didesain dengan melibatkan audiens yang terbatas. Selain dosen dan staf jurusan komunikasi, workshop ini juga melibatkan sepuluh mahasiswa perwakilan S1 dan sepuluh mahasiswa perwakilan S2.
|
Pada 18 november 2011, Jurusan Ilmu Komunikasi Fisipol UGM melakukan kegiatan pendampingan ke Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo. Kegiatan ini sendiri merupakan sebuah langkah lanjut dari program ”Revitalisasi Peran Humas dalam Pemanfaatan Energi dan Mitigasi Bencana” yang diadakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB di balai desa Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo dan dihadiri oleh Drs. Budhy K. Zaman, M. Si, Ardianindro Yuwono, dan Lidwina Mutia sebagai perwakilan dari Jurusan Komunikasi. Selain itu, Jurusan Ilmu Komunikasi juga mengajak tiga orang mahasiswa yang nantinya akan membantu proses pendampingan warga, yaitu Andrian Yulianto (kom 2009), Punika Chintatya Hawa (kom 2009), dan Ulima Andari (kom 2010). Dari pihak kecamatan sendiri, dihadiri oleh Pak Narya selaku sekretaris kecamatan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan masing-masing desa dan sejumlah tokoh masyarakat di Samigaluh. Terdapat tiga agenda dalam kegiatan pendampingan ini. Pertama, Evaluasi keberlanjutan kegiatan sejak workshop sampai pendampingan (Pelatihan yang telah dilakukan adalah Pelatihan Sistem dan Ruang Lingkup Kehumasan dan Aplikasi Teknologi Infprmasi untuk Kehumasan). Kedua, pembentukan tim pengelola program kehumasan, bekerjasama dengan bagian kehumasan dari pihak kecamatan. Terakhir, penentuan program kerja kegiatan kehumasan terkait pemanfaatan energi dan mitigasi bencana. Drs. Budhy K. Zaman, M. Si selaku pembicara menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada transparansi (keterbukaan) sinergi dari semua pihak. Setiap warga desa bekerjasama satu sama lain untuk memajukan desanya. Sistem-sistem desa yang sudah ada ditilik kembali, dan dilihat mana yang harus dikembangkan, dan mana yang harus diperbarui. Menurutnya, perlu ada forum yang memperantarai warga desa dengan aparatur desa. Melalui forum tersebut, maka akan dapat diberikan sebuah gambaran menyeluruh mengenai potensi bencana di Kecamatan Samigaluh. Selanjutnya dijelaskan lebih jauh bahwa forum tersebut terdiri dari tim di tiap desa. Satu tim terdiri dari 14-15 orang. Tiap tim membicarakan tentang masalah-masalah yang ada di desa masing-masing, terutama yang berhubungan dengan bencana, lebih dari itu, bahkan mungkin tiap desa bisa menerbitkan buletin desa yang dapat merangkum informasi secara teratur. Adapun perwakilan dari Kecamatan Samigaluh memberikan beberapa tanggapan untuk menjawab pernyataan dari pihak jurusan ilmu komunikasi. Hal-hal yang menjadi pokok pembahasan adalah mengenai sejumlah kendala yang dimiliki masyarakat dalam memberikan balasan email. Kendala tersebut yakni keterbatasan sinyal untuk menjangkau daerah, kurangnya pemberdayaan teknologi oleh masyarakat, serta minimnya penggunaan kepemilikan email oleh setiap desa sehingga menyulitkan komunikasi dengan pihak universitas. Selain kendala-kendala tadi, pihak perwakilan Samigaluh juga memberikan penjelasan mengenai belum adanya badan khusus yang berfungsi untuk menangani bidang kehumasan daerah. Mereka berharap besar dengan penyelenggaraan program dari Universitas Gadjah Mada, bisa menjadi embrio dalam penyelenggaraan badan kehumasan di kecamatan Samigaluh. Perwakilan dari Kecamatan Samigaluh juga mengajukan permintaan kepada pihak penyelenggara mengenai kemungkinan untuk memfasilitasi pembuatan blog bagi wilayah ini sehingga informasi terkini terkait bencana dapat dengan mudah disebarluaskan. Terakhir mereka memberika gambaran mengenai potensi-potensi bencana bagi masyarakat seperti tanah longsor dan kelangkaan air bersih bagi masyarakat.
Punika-Andrian-Ulima |





